Jawaban Doa

by - November 26, 2017


Masjidil Haram, masjid terbesar di dunia, dengan Ka'bah indah nan suci didalamnya, menjadikannya pusat ibadah shalat umat muslim. Siapa yang tidak ingin kesana? Selama iman masih di dalam dada, saya rasa semua umat islam ingin sekali dan berkali-kali kesana. Tempatnya mustajab. Entah berapa triliunan dan lebih doa yang sudah dipanjatkan di depan Ka'bah. Semua berharap sama. Doa yang sudah diucapkan akan dikabulkan Allah.

Pengharapan itu pasti dan terus ada. Manusia berencana, Allah yang menentukan. Mungkin tidak doa yang dipinta, sekalipun di depan Ka'bah tak kunjung diberikan? Mungkin. Sangat mungkin.

Namun sejatinya, Allah punya tiga jawaban atas segala doa manusia.

Pertama, Allah segerakan pengabulan sang pemohon doa. Mudah, apa yang hamba minta, lalu diberikan. Persis seperti apa yang ada di dalam doa.

Kedua, jika Allah tidak kabulkan, maka doa menjadi aset di hari kemudian, hari kiamat. Abu Bakr Ash-Shidiq salah satu contoh bagaimana beliau lebih berharap doa yang diminta menjadikannya penolong di hari akhir. Karena beliau tahu betapa besar Rahmat Allah ketika hari akhir. Jangan pernah takut dan bosan untuk berdoa, mungkin saja doa tak dikabulkan karena akan menjadi tabungan nanti.

Ketiga, Allah kabulkan doa tetapi tidak sesuai dengan permintaan. Mungkin saja Allah sudah penuhi banyak doa, Allah tahu mana yang terbaik untuk hambaNya, maka Allah berikan hal lain untuknya.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" -QS Al-Baqarah : 216

Maka, sepatutnya, setiap doa yang diucapkan, selipkan permintaan bahwa Allah akan berikan yang terbaik, hasil yang terbaik, proses yang terbaik, dan diri yang menjadi lebih baik lagi.
 #ntms

You May Also Like

0 comments